QRIS menjadi salah satu metode pembayaran yang banyak digunakan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan menyediakan QRIS, pemilik warung, toko, kedai makanan, usaha rumahan, hingga pedagang online dapat menerima pembayaran digital dari pelanggan tanpa harus menyediakan kode QR yang berbeda untuk setiap aplikasi pembayaran yang didukung.
Cara membuat QRIS untuk UMKM dapat dilakukan melalui bank atau Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) yang menyediakan layanan QRIS merchant dan memenuhi ketentuan Bank Indonesia. Calon merchant perlu menyiapkan data usaha, identitas pemilik, serta rekening atau metode pencairan dana sesuai persyaratan penyedia. Setelah proses pendaftaran dan verifikasi selesai, penyedia akan menerbitkan QRIS yang dapat digunakan untuk menerima pembayaran.
Apa Itu QRIS dan Manfaatnya untuk UMKM?
QRIS merupakan singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard, yaitu standar kode QR pembayaran yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Standar ini memungkinkan pelanggan menggunakan berbagai aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS untuk bertransaksi pada merchant yang sama.
Bagi pelaku UMKM, QRIS membantu menyederhanakan proses pembayaran karena pelanggan tidak harus selalu membayar menggunakan uang tunai. Pemilik usaha cukup menyediakan kode QRIS sesuai jenis layanan yang digunakan, lalu pelanggan memindainya menggunakan aplikasi pembayaran.
Berikut beberapa manfaat QRIS untuk UMKM.
-
Memudahkan pembayaran pelanggan: pelanggan dapat membayar menggunakan aplikasi perbankan atau dompet digital yang mendukung QRIS.
-
Mengurangi kebutuhan uang tunai: pemilik usaha tidak perlu selalu menyiapkan uang kembalian dalam jumlah besar.
-
Mempermudah pencatatan transaksi: transaksi digital dapat diperiksa melalui aplikasi atau dashboard merchant yang disediakan PJP.
-
Meningkatkan kenyamanan berbelanja: pelanggan memiliki pilihan pembayaran selain uang tunai atau transfer manual.
-
Mendukung operasional usaha: riwayat transaksi dapat membantu pemilik usaha memantau penerimaan pembayaran.
-
Membantu usaha terlihat lebih profesional: QRIS dapat dipajang di kasir, meja pelayanan, atau kemasan tertentu sesuai kebutuhan.
QRIS juga memiliki beberapa bentuk penggunaan. Salah satunya adalah QRIS statis, yaitu kode QR yang dapat digunakan berulang kali dengan nominal pembayaran dimasukkan oleh pelanggan. Ada pula QRIS dinamis, yang menghasilkan kode QR dengan nominal transaksi tertentu melalui perangkat atau sistem merchant.
Untuk usaha kecil yang berjualan di warung atau kedai sederhana, QRIS statis dapat menjadi pilihan praktis. Sementara itu, usaha dengan volume transaksi lebih tinggi dapat mempertimbangkan QRIS dinamis jika didukung penyedia layanan.
Perlu diingat, QRIS tidak berarti dana selalu masuk ke rekening pada detik yang sama. Waktu penyelesaian atau pencairan dana mengikuti sistem dan ketentuan penyedia QRIS. Karena itu, merchant harus memeriksa status transaksi sebelum menyerahkan barang atau menyelesaikan pesanan.
Informasi mengenai standar QRIS dapat dibaca di situs resmi Bank Indonesia — QRIS.
Syarat Membuat QRIS untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
Syarat pembuatan QRIS bergantung pada penyedia layanan dan jenis merchant yang didaftarkan. Persyaratan usaha perorangan atau usaha mikro sederhana dapat berbeda dari persyaratan perusahaan yang memiliki badan hukum.
Secara umum, calon merchant perlu menyiapkan beberapa hal berikut:
-
Identitas pemilik usaha. Biasanya berupa KTP untuk WNI atau dokumen identitas lain sesuai ketentuan penyedia.
-
Nomor HP aktif. Digunakan untuk registrasi, verifikasi, dan menerima pemberitahuan.
-
Alamat email aktif. Diperlukan oleh sebagian penyedia untuk komunikasi atau pengelolaan akun merchant.
-
Data usaha. Mencakup nama usaha, alamat, jenis usaha, dan informasi kegiatan usaha.
-
Rekening atau metode pencairan dana. Persyaratannya mengikuti kebijakan PJP atau bank yang dipilih.
-
Foto usaha atau bukti kegiatan usaha. Dapat diminta untuk membantu verifikasi lokasi dan aktivitas bisnis.
-
Dokumen legalitas usaha jika dipersyaratkan. Misalnya Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP, atau dokumen perusahaan sesuai jenis pendaftaran.
Tidak semua penyedia meminta seluruh dokumen tersebut. Sebagian layanan menerima pendaftaran usaha perorangan dengan persyaratan lebih sederhana, sedangkan penyedia lain mungkin meminta dokumen tambahan.
Sebelum mendaftar, pastikan nama pemilik, identitas, rekening pencairan, dan data usaha sesuai. Ketidaksesuaian informasi dapat membuat verifikasi tertunda atau permohonan perlu diperbaiki.
Jika usaha belum memiliki NIB, periksa apakah penyedia yang dipilih menerima merchant perorangan tanpa dokumen tersebut. Jangan membuat dokumen palsu atau menggunakan identitas orang lain hanya untuk mempercepat pendaftaran.
Periksa pula apakah penyedia mengenakan biaya layanan, memiliki saldo minimum, atau menetapkan jadwal pencairan dana tertentu. Informasi ini penting agar kamu memahami biaya dan alur penerimaan uang sebelum QRIS digunakan untuk transaksi pelanggan.
Dokumen yang Perlu Disiapkan untuk Mendaftar QRIS
Dokumen yang dibutuhkan untuk membuat QRIS biasanya berkaitan dengan identitas pemilik, informasi usaha, dan rekening pencairan dana. Persyaratan akhir mengikuti penyedia yang dipilih karena setiap PJP memiliki proses verifikasi dan kebijakan layanan masing-masing.
Berikut dokumen yang sebaiknya disiapkan sebelum mengajukan pendaftaran.
| Dokumen atau informasi | Kegunaan |
|---|---|
| KTP pemilik usaha | Memverifikasi identitas calon merchant |
| Nomor HP aktif | Mendukung proses registrasi dan komunikasi |
| Email aktif | Menerima informasi akun atau pemberitahuan |
| Nama dan alamat usaha | Mengidentifikasi lokasi serta kegiatan bisnis |
| Foto tempat usaha | Membantu proses verifikasi jika diminta |
| Informasi rekening | Menentukan tujuan pencairan dana sesuai ketentuan penyedia |
| NIB atau dokumen usaha | Memenuhi persyaratan legalitas jika diwajibkan |
| NPWP atau dokumen badan usaha | Dibutuhkan pada jenis pendaftaran tertentu |
Untuk usaha perorangan seperti warung makan, pedagang minuman, toko kelontong, atau usaha rumahan, dokumen identitas dan data usaha dapat menjadi bagian utama pendaftaran. Namun, jangan menganggap persyaratan tersebut sama untuk seluruh penyedia QRIS.
Jika mendaftarkan usaha berbentuk badan usaha, penyedia mungkin meminta dokumen legalitas perusahaan, identitas pengurus, serta rekening yang sesuai dengan nama atau status badan usaha.
Pastikan gambar dokumen terbaca jelas dan tidak terpotong. Unggah dokumen hanya melalui aplikasi atau situs resmi penyedia yang dipilih. Hindari mengirimkan foto KTP dan data rekening kepada akun media sosial yang tidak dapat diverifikasi.
Sebelum mengirim formulir, periksa kembali nama usaha, nomor identitas, alamat, dan rekening tujuan. Data yang benar sejak awal dapat membantu mengurangi risiko pengajuan tertunda.
Cara Membuat QRIS UMKM Secara Online melalui Penyedia Resmi
Pendaftaran QRIS secara online dapat dilakukan melalui bank atau PJP yang menyediakan layanan QRIS merchant. Bank Indonesia menjelaskan bahwa calon merchant dapat membuka akun merchant melalui kantor cabang atau mendaftar secara online melalui penyedia QRIS yang terdaftar.
Berikut langkah umum membuat QRIS UMKM secara online.
1. Pilih penyedia QRIS resmi
Tentukan bank atau PJP yang menyediakan layanan QRIS merchant. Periksa informasi penyedia melalui situs resmi Bank Indonesia atau direktori yang dirujuk oleh BI, termasuk ASPI QRIS.
Pilih penyedia berdasarkan kebutuhan usaha, misalnya kemudahan pendaftaran, metode pencairan dana, fitur laporan transaksi, dukungan pelanggan, dan biaya layanan.
2. Buka situs atau aplikasi merchant
Kunjungi situs resmi atau unduh aplikasi merchant dari penyedia yang dipilih. Pastikan nama aplikasi dan pengembangnya benar sebelum memasukkan data pribadi.
Cari menu pendaftaran merchant atau pengajuan QRIS, kemudian ikuti petunjuk yang tersedia.
3. Isi data pemilik dan usaha
Masukkan informasi yang diminta, seperti nama pemilik, nomor identitas, nomor HP, email, nama usaha, alamat, serta kategori usaha.
Gunakan data yang sebenarnya. Nama usaha yang tampil pada pembayaran sebaiknya sesuai dengan identitas usaha yang didaftarkan dan ketentuan penyedia.
4. Unggah dokumen persyaratan
Unggah KTP, foto usaha, data rekening, serta dokumen tambahan apabila diminta. Pastikan semua file terbaca jelas dan sesuai dengan format yang ditentukan.
5. Tentukan rekening atau metode pencairan
Ikuti instruksi penyedia untuk menghubungkan rekening atau menentukan metode penerimaan dana. Periksa kembali nomor rekening dan nama pemilik sebelum mengirim permohonan.
6. Kirim pendaftaran dan tunggu verifikasi
Periksa semua data sebelum mengirim formulir. Setelah pengajuan diterima, penyedia akan memeriksa identitas dan informasi usaha.
Lama proses dapat berbeda menurut penyedia dan kelengkapan dokumen. Jangan menganggap QRIS langsung aktif setelah formulir dikirim.
7. Terima QRIS dan aktifkan akun merchant
Jika pengajuan disetujui, penyedia akan menerbitkan identitas merchant dan kode QRIS. Kode tersebut dapat diberikan dalam bentuk digital atau cetak, sesuai layanan yang dipilih.
Jika penyedia menyediakan aplikasi merchant atau dashboard, ikuti petunjuk untuk masuk dan mempelajari cara memeriksa transaksi serta pencairan dana.
8. Uji QRIS sebelum dipakai menerima pembayaran
Setelah QRIS dinyatakan aktif, lakukan pemeriksaan sesuai petunjuk penyedia. Pastikan nama merchant yang muncul benar dan transaksi dapat terlihat pada sistem merchant.
Jangan mengandalkan tangkapan layar pelanggan sebagai satu-satunya bukti pembayaran. Periksa status transaksi melalui aplikasi atau dashboard resmi.
Panduan umum menjadi merchant QRIS dapat dibaca melalui Bank Indonesia — Cara Membuat QRIS untuk Usaha.
Cara Daftar QRIS UMKM melalui Bank atau Dompet Digital
QRIS merchant dapat diajukan melalui bank maupun penyedia pembayaran yang menyediakan layanan untuk pelaku usaha. Pilihan yang tepat bergantung pada kebutuhan bisnis, rekening yang dimiliki, dan fitur pengelolaan pembayaran yang diperlukan.
Daftar QRIS melalui bank
Sebagian bank menyediakan layanan QRIS untuk nasabah bisnis maupun pelaku usaha perorangan. Prosesnya dapat dilakukan melalui aplikasi, situs resmi, atau kantor cabang, bergantung pada bank yang dipilih.
Secara umum, langkahnya sebagai berikut:
-
Buka situs resmi bank atau aplikasi merchant yang disediakan.
-
Cari layanan QRIS merchant untuk usaha.
-
Isi data pemilik dan informasi usaha.
-
Unggah dokumen yang diminta.
-
Masukkan rekening pencairan sesuai ketentuan.
-
Kirim permohonan dan tunggu verifikasi.
-
Setelah disetujui, ikuti petunjuk aktivasi dan penggunaan QRIS.
Sebelum mendaftar, periksa apakah bank menyediakan QRIS untuk usaha perorangan dan apakah calon merchant wajib menjadi nasabah terlebih dahulu. Kebijakan ini tidak selalu sama pada setiap bank.
Daftar QRIS melalui penyedia dompet digital atau PJP
Sebagian penyedia pembayaran digital juga menawarkan akun merchant dan layanan QRIS. Calon merchant dapat mengunjungi situs resmi penyedia, membuat akun usaha, mengisi formulir, dan melengkapi dokumen yang diminta.
Pastikan layanan yang digunakan memang menyediakan QRIS merchant, bukan hanya akun dompet digital untuk pembayaran pribadi. Akun pengguna biasa tidak otomatis dapat menerima pembayaran sebagai merchant dengan fasilitas dan pelaporan usaha yang sama.
Apa yang perlu dibandingkan sebelum memilih penyedia?
Sebelum menentukan pilihan, bandingkan beberapa hal berikut:
-
Persyaratan pendaftaran dan dokumen yang diminta.
-
Biaya pembuatan atau biaya layanan jika ada.
-
Tarif MDR sesuai kategori merchant.
-
Rekening atau metode pencairan dana yang didukung.
-
Waktu penyelesaian transaksi dan pencairan dana.
-
Fitur laporan transaksi dan riwayat pembayaran.
-
Ketersediaan layanan pelanggan serta prosedur pengaduan.
Tidak semua penyedia menawarkan fitur dan biaya yang sama. Karena itu, periksa syarat terbaru secara langsung pada situs resmi penyedia dan jangan hanya mengandalkan iklan atau informasi dari perantara.
Berapa Biaya Pembuatan QRIS dan Potongan Transaksinya?
Biaya pembuatan QRIS dan potongan transaksi perlu dibedakan. Pendaftaran atau penerbitan kode QRIS mengikuti kebijakan penyedia, sedangkan biaya transaksi merchant dikenal sebagai Merchant Discount Rate (MDR), yaitu biaya yang dikenakan kepada merchant untuk pemrosesan pembayaran QRIS.
Tidak ada satu biaya pendaftaran yang otomatis berlaku untuk semua penyedia. Sebagian penyedia dapat menawarkan pendaftaran tanpa biaya, sedangkan layanan tertentu mungkin memiliki biaya tambahan untuk fitur atau fasilitas lain. Pastikan rincian biaya diperiksa sebelum mengirim permohonan.
Tarif MDR QRIS yang berlaku mulai 1 Oktober 2026
Berdasarkan informasi Bank Indonesia mengenai perluasan MDR QRIS, ketentuan yang berlaku mulai 1 Oktober 2026 mencakup MDR 0% untuk transaksi sampai dengan Rp100.000 pada seluruh kategori merchant yang tercantum, serta MDR 0% bagi merchant usaha mikro untuk transaksi sampai dengan Rp500.000.
Rincian tarif reguler yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.
| Kategori merchant | Nominal transaksi | MDR |
|---|---|---|
| Usaha Mikro (UMI) | Sampai dengan Rp500.000 | 0% |
| Usaha Mikro (UMI) | Di atas Rp500.000 | 0,3% |
| Usaha Kecil, Menengah, dan Besar | Sampai dengan Rp100.000 | 0% |
| Usaha Kecil, Menengah, dan Besar | Di atas Rp100.000 | 0,7% |
| Pendidikan | Sampai dengan Rp100.000 | 0% |
| Pendidikan | Di atas Rp100.000 | 0,6% |
| SPBU | Sampai dengan Rp100.000 | 0% |
| SPBU | Di atas Rp100.000 | 0,4% |
| BLU, PSO, transaksi G2P/P2G tertentu, dan donasi sosial nirlaba | Sesuai kategori khusus | 0% |
Tarif pada tabel mengikuti informasi kebijakan BI yang dipublikasikan menjelang penerapan 1 Oktober 2026. Kategori khusus memiliki ketentuan tersendiri, sehingga merchant perlu memastikan klasifikasi usahanya dengan penyedia.
Rujukan: Bank Indonesia — Perluasan Kebijakan MDR QRIS 0%.
Contoh perhitungan potongan transaksi
Misalnya, merchant usaha mikro menerima pembayaran sebesar Rp700.000 dalam satu transaksi. Jika transaksi tersebut dikenai MDR 0,3%, perhitungannya:
Rp700.000 × 0,3% = Rp2.100.
Dengan asumsi tidak ada biaya lain, nilai bersih setelah potongan MDR adalah Rp697.900.
Contoh lain, merchant usaha kecil menerima pembayaran Rp200.000. Jika tarif MDR yang berlaku 0,7%, potongannya adalah:
Rp200.000 × 0,7% = Rp1.400.
Nilai bersih setelah potongan MDR menjadi Rp198.600.
Contoh tersebut merupakan ilustrasi berdasarkan tarif yang disebutkan, bukan jaminan nilai penyelesaian transaksi setiap penyedia.
MDR merupakan biaya yang ditanggung merchant dan tidak boleh dibebankan kepada konsumen sebagai biaya tambahan khusus pembayaran QRIS. Pelaku usaha sebaiknya memasukkan biaya operasional tersebut ke dalam perhitungan bisnis, bukan menambahkan biaya QRIS secara terpisah pada tagihan pelanggan.
Cara Mengaktifkan QRIS dan Memastikan Pembayaran Masuk ke Rekening
Setelah QRIS diterbitkan, merchant perlu memastikan akun aktif dan memahami cara memeriksa transaksi. Memiliki gambar kode QRIS saja belum cukup jika pendaftaran belum disetujui atau akun merchant belum dapat menerima pembayaran.
Berikut langkah yang dapat dilakukan.
1. Aktifkan akun merchant
Ikuti instruksi dari penyedia untuk mengaktifkan akun atau masuk ke aplikasi merchant. Jika ada verifikasi tambahan, selesaikan melalui kanal resmi.
Pastikan nama merchant dan informasi usaha sesuai dengan data yang didaftarkan.
2. Simpan atau cetak kode QRIS
Jika kode QRIS diberikan dalam bentuk digital, simpan file asli di tempat yang aman. Kamu dapat mencetaknya untuk dipajang di kasir, meja pelayanan, atau lokasi pembayaran.
Pastikan kode tidak tertutup tulisan, rusak, atau diganti dengan stiker yang tidak dikenal. Penempelan kode QR palsu dapat mengalihkan pembayaran pelanggan ke pihak lain.
3. Lakukan transaksi uji sesuai petunjuk penyedia
Jika penyedia menyediakan prosedur uji transaksi, ikuti instruksi tersebut untuk memastikan QRIS dapat digunakan. Periksa apakah nama merchant yang tampil pada aplikasi pembayaran sudah benar.
Jangan melakukan transaksi uji dengan nominal atau cara yang melanggar ketentuan penyedia.
4. Periksa notifikasi pembayaran
Saat pelanggan membayar, periksa notifikasi atau status transaksi pada aplikasi merchant atau dashboard resmi. Pastikan nominal dan statusnya sesuai dengan pesanan.
Tangkapan layar dari pelanggan bukan bukti final bahwa uang telah diterima. Bukti pembayaran dapat dipalsukan atau menunjukkan transaksi yang masih tertunda.
5. Periksa riwayat transaksi dan pencairan dana
Buka riwayat transaksi untuk memastikan pembayaran tercatat. Jika dana tidak langsung masuk ke rekening, periksa jadwal penyelesaian atau pencairan yang ditetapkan penyedia.
Beberapa layanan membedakan antara transaksi yang berhasil diproses dan waktu dana diselesaikan ke rekening. Karena itu, baca ketentuan pencairan sejak awal pendaftaran.
6. Hubungi penyedia jika transaksi tidak sesuai
Jika pembayaran pelanggan dinyatakan berhasil tetapi transaksi tidak terlihat di sistem merchant, jangan langsung meminta pelanggan membayar kembali. Periksa status transaksi terlebih dahulu dan hubungi layanan pelanggan penyedia dengan menyertakan informasi yang relevan.
Hindari membagikan PIN, password, atau kode OTP kepada pihak yang mengaku membantu menyelesaikan transaksi.
Tips Memilih Penyedia QRIS Resmi agar Transaksi UMKM Tetap Aman
Memilih penyedia QRIS bukan hanya tentang mendapatkan kode QR. Merchant juga perlu memastikan penyedia tersebut resmi, memiliki sistem transaksi yang dapat diperiksa, serta menyediakan dukungan ketika terjadi kendala pembayaran.
Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan.
1. Periksa status penyedia
Pastikan bank atau PJP yang dipilih berwenang menyediakan layanan QRIS sesuai ketentuan Bank Indonesia. Gunakan informasi dari situs resmi Bank Indonesia dan direktori yang dirujuk oleh BI.
Jangan langsung percaya pada akun media sosial yang mengaku sebagai agen resmi tanpa bukti yang dapat diverifikasi.
2. Periksa biaya dan ketentuan pencairan
Baca ketentuan pendaftaran, MDR, jadwal pencairan, biaya layanan, dan prosedur pengaduan. Pastikan kamu mengetahui berapa dana bersih yang akan diterima setelah biaya yang berlaku.
3. Pastikan aplikasi merchant memiliki riwayat transaksi
Pilih layanan yang menyediakan cara jelas untuk memeriksa transaksi masuk, status pembayaran, dan informasi penyelesaian dana. Riwayat tersebut membantu usaha melakukan rekonsiliasi antara pesanan dan uang yang diterima.
4. Jangan membagikan kode keamanan
Penyedia resmi tidak seharusnya meminta PIN rekening atau password perbankan untuk sekadar menerbitkan QRIS melalui chat pribadi. Jangan memberikan OTP, kata sandi, atau akses kendali jarak jauh kepada pihak yang tidak dikenal.
5. Lindungi kode QRIS dari penggantian
Jika kode QRIS dipajang di tempat umum, periksa secara berkala apakah ada stiker tambahan atau perubahan yang mencurigakan. Gunakan kode resmi yang diterbitkan penyedia dan pastikan nama merchant sesuai dengan usaha.
6. Pisahkan pencatatan usaha
Jika memungkinkan, gunakan rekening atau pencatatan transaksi yang khusus untuk usaha. Cara ini memudahkan pemilik UMKM membedakan pemasukan bisnis dan pengeluaran pribadi.
7. Simpan bukti transaksi dan pengaduan
Simpan nomor referensi transaksi, laporan dari aplikasi merchant, dan komunikasi resmi jika terjadi kendala. Data tersebut dapat membantu penyedia melakukan pemeriksaan.
Dengan memilih penyedia resmi dan memeriksa setiap pembayaran, UMKM dapat memanfaatkan QRIS dengan lebih aman serta mengurangi risiko salah transfer, transaksi palsu, dan kesulitan rekonsiliasi.
FAQ Cara Membuat QRIS untuk UMKM
Apakah membuat QRIS untuk UMKM gratis?
Biaya pendaftaran atau penerbitan QRIS mengikuti kebijakan penyedia. Sebagian penyedia dapat menawarkan pendaftaran tanpa biaya, tetapi merchant tetap perlu memeriksa biaya layanan lain dan tarif MDR yang berlaku.
Apakah usaha kecil tanpa badan hukum bisa membuat QRIS?
Bisa pada penyedia yang menerima pendaftaran merchant perorangan atau usaha mikro tanpa badan hukum, selama persyaratan identitas dan usaha terpenuhi. Ketentuan dokumen dapat berbeda menurut penyedia.
Berapa lama proses pembuatan QRIS?
Waktu penerbitan bergantung pada penyedia, kelengkapan dokumen, dan proses verifikasi. Periksa estimasi waktu yang diberikan penyedia saat mendaftar.
Apakah QRIS bisa menerima pembayaran dari semua dompet digital?
QRIS dirancang agar pembayaran dapat dilakukan melalui aplikasi yang mendukung standar QRIS. Namun, ketersediaan fitur tetap mengikuti dukungan aplikasi, jenis transaksi, dan ketentuan penyedia.
Apakah dana QRIS langsung masuk ke rekening?
Tidak selalu. Transaksi yang berhasil dapat tercatat terlebih dahulu pada sistem merchant, sedangkan pencairan dana mengikuti jadwal penyedia. Periksa riwayat transaksi dan ketentuan penyelesaian dana.
Apakah merchant boleh membebankan biaya QRIS kepada pelanggan?
MDR merupakan biaya yang ditanggung merchant. Merchant tidak boleh menambahkan biaya khusus kepada konsumen hanya karena membayar menggunakan QRIS.
Bagaimana jika pelanggan menunjukkan bukti pembayaran tetapi dana belum terlihat?
Periksa status transaksi melalui aplikasi atau dashboard merchant resmi. Jangan hanya mengandalkan tangkapan layar pelanggan. Jika transaksi belum tercatat, hubungi penyedia untuk melakukan pemeriksaan sebelum meminta pelanggan mengulangi pembayaran.
Kesimpulan
Cara membuat QRIS untuk UMKM dapat dilakukan secara online melalui bank atau PJP yang menyediakan layanan merchant resmi. Calon merchant perlu menyiapkan identitas pemilik, data usaha, rekening pencairan, dan dokumen tambahan sesuai persyaratan penyedia. Setelah permohonan diverifikasi, kode QRIS diterbitkan dan dapat digunakan untuk menerima pembayaran.
Sebelum memilih penyedia, periksa biaya pendaftaran, tarif MDR, jadwal pencairan, fitur laporan transaksi, dan dukungan pelanggan. Berdasarkan ketentuan BI yang berlaku mulai 1 Oktober 2026, merchant usaha mikro mendapatkan MDR 0% untuk transaksi sampai dengan Rp500.000, sementara kategori merchant lainnya mendapatkan MDR 0% untuk transaksi sampai dengan Rp100.000, dengan tarif berbeda untuk transaksi di atas batas tersebut.
Untuk menjaga keamanan usaha, gunakan QRIS yang diterbitkan penyedia resmi, periksa setiap pembayaran melalui sistem merchant, dan jangan membagikan informasi keamanan kepada pihak lain. Dengan proses pendaftaran yang benar dan pengelolaan transaksi yang disiplin, QRIS dapat membantu UMKM menerima pembayaran digital dengan lebih praktis.