Info Publik

Cara Mengurus SKCK Online 2026 Lewat HP, Cek Syarat dan Biaya Pembuatannya

Cara Mengurus SKCK Online 2026 Lewat HP, Cek Syarat dan Biaya Pembuatannya

Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan oleh Kepolisian Republik Indonesia untuk menerangkan ada atau tidaknya catatan kepolisian seseorang berdasarkan hasil penelitian dan ketentuan yang berlaku. Dokumen ini kerap diminta untuk berbagai keperluan, seperti melamar pekerjaan, mengikuti seleksi tertentu, atau mengurus administrasi lainnya sesuai persyaratan lembaga yang dituju.

Cara mengurus SKCK online kini dapat dilakukan melalui HP dengan mengakses kanal resmi Polri. Pemohon perlu menyiapkan dokumen digital, mengisi formulir, memilih lokasi penerbitan, dan membayar biaya sesuai ketentuan. Meskipun pendaftaran dilakukan secara online, pemohon tetap perlu mengikuti petunjuk mengenai verifikasi dan pengambilan dokumen yang berlaku pada layanan yang dipilih.

Apa Itu SKCK Online dan Kapan Dibutuhkan?

SKCK adalah Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang diterbitkan oleh Polri melalui fungsi Intelkam. SKCK digunakan untuk memenuhi persyaratan administrasi tertentu, sesuai kebutuhan pemohon dan ketentuan instansi yang meminta dokumen tersebut.

SKCK online merupakan layanan pengajuan SKCK melalui sistem digital. Pemohon dapat mengisi data dan mengunggah dokumen melalui kanal resmi tanpa harus memulai seluruh proses dengan mengisi formulir secara manual di loket.

SKCK dapat dibutuhkan untuk berbagai keperluan, antara lain:

  • Melamar pekerjaan: sejumlah perusahaan meminta SKCK sebagai bagian dari dokumen administrasi pelamar.

  • Pendaftaran CPNS atau seleksi instansi tertentu: SKCK dapat menjadi salah satu dokumen yang diminta pada tahap tertentu sesuai pengumuman resmi.

  • Pendaftaran BUMN atau lembaga tertentu: persyaratan bergantung pada kebijakan rekrutmen masing-masing lembaga.

  • Keperluan pendidikan atau administrasi lainnya: SKCK dapat diminta apabila menjadi bagian dari persyaratan resmi.

  • Keperluan luar negeri: beberapa urusan tertentu dapat memerlukan SKCK dengan kewenangan penerbitan yang sesuai.

Sebelum mengajukan, periksa terlebih dahulu apakah lembaga yang meminta SKCK menetapkan persyaratan khusus, termasuk tingkat kantor polisi penerbit, masa berlaku, dan format dokumen yang diterima.

SKCK memiliki masa berlaku enam bulan sejak tanggal diterbitkan. Jika masa berlakunya telah habis dan dokumen masih dibutuhkan, pemohon dapat mengajukan perpanjangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk memastikan informasi terbaru, gunakan portal resmi SKCK Online Polri atau informasi layanan di website resmi Polri.

Syarat dan Dokumen untuk Mengurus SKCK Online

Sebelum memulai pengajuan, siapkan data diri dan dokumen yang diminta oleh sistem. Dokumen yang harus disiapkan dapat berbeda berdasarkan status pemohon, jenis permohonan, dan tingkat kantor polisi penerbit.

Untuk pemohon Warga Negara Indonesia (WNI), dokumen yang perlu dipersiapkan umumnya meliputi:

  1. KTP atau identitas resmi yang berlaku, dengan data yang sesuai.

  2. Kartu Keluarga (KK) untuk melengkapi data keluarga atau identitas.

  3. Akta kelahiran, ijazah, atau dokumen identitas pendukung lain, sesuai persyaratan layanan.

  4. Pasfoto berwarna berlatar belakang merah, mengikuti ukuran, format, dan ketentuan yang diminta.

  5. Nomor telepon aktif untuk menerima pemberitahuan atau keperluan verifikasi.

  6. Alamat email aktif untuk menerima notifikasi pengajuan.

  7. Data keperluan pembuatan SKCK, seperti untuk melamar pekerjaan atau kebutuhan administrasi lainnya.

  8. Data sidik jari atau dokumen terkait, apabila diminta berdasarkan prosedur penerbitan.

Tidak semua dokumen tersebut selalu diminta dalam bentuk yang sama. Karena itu, jadikan daftar persyaratan pada kanal resmi yang digunakan sebagai acuan akhir. Jika sistem meminta dokumen tambahan, siapkan sesuai petunjuknya.

Ketentuan pasfoto SKCK

Pasfoto menjadi salah satu dokumen yang perlu diperhatikan. Pastikan foto berwarna, berlatar belakang merah, menampilkan wajah dengan jelas, dan mengikuti ketentuan ukuran serta format file yang diminta oleh sistem.

Hindari mengunggah foto yang buram, terpotong, terlalu gelap, atau menggunakan latar belakang yang tidak sesuai. Jika aplikasi menetapkan batas ukuran file, sesuaikan gambar tanpa membuat wajah menjadi tidak jelas.

Persiapan sebelum mendaftar

Agar pengajuan lebih lancar, lakukan beberapa hal berikut:

  • Periksa kembali nama, NIK, tanggal lahir, dan alamat pada dokumen identitas.

  • Pastikan nomor HP dan email masih aktif.

  • Simpan dokumen digital di folder yang mudah ditemukan.

  • Pastikan koneksi internet stabil saat mengisi formulir.

  • Tentukan tujuan penggunaan SKCK sebelum memulai pengajuan.

  • Periksa tingkat kantor polisi penerbit yang sesuai dengan kebutuhan.

Persiapan tersebut membantu mengurangi risiko kesalahan data atau pengajuan yang harus diperbaiki kembali.

Cara Membuat SKCK Online Lewat HP melalui Aplikasi Polri

Pengajuan SKCK online dapat dilakukan melalui kanal digital resmi Polri. Salah satu pilihan yang disediakan adalah aplikasi Polri Super App. Polri juga menyediakan portal SKCK Online sebagai kanal pengajuan alternatif.

Berikut langkah umum untuk mengajukan SKCK lewat HP.

1. Unduh aplikasi Polri Super App

Buka Google Play Store pada HP Android atau App Store pada iPhone. Cari aplikasi resmi Polri Super App, lalu pastikan penerbit aplikasi sesuai dengan identitas resmi Polri sebelum mengunduhnya.

2. Buka aplikasi dan buat akun

Jalankan aplikasi, lalu pilih menu masuk atau registrasi jika belum memiliki akun. Isi data yang diminta dan ikuti proses verifikasi identitas sesuai petunjuk aplikasi.

3. Cari menu SKCK

Setelah berhasil masuk, buka layanan SKCK. Pilih opsi pengajuan SKCK sesuai pilihan yang tersedia pada aplikasi.

4. Pilih jenis permohonan

Ikuti pilihan yang disediakan sistem, misalnya permohonan baru atau layanan lain yang sesuai dengan kebutuhan. Jika ingin memperpanjang SKCK, pastikan memilih prosedur yang tepat apabila opsi tersebut tersedia.

5. Lengkapi data diri

Isi formulir dengan data yang sesuai dengan identitas resmi. Periksa kembali ejaan nama, NIK, tempat dan tanggal lahir, alamat, serta informasi lain sebelum melanjutkan.

6. Unggah dokumen persyaratan

Masukkan dokumen digital yang diminta. Pastikan setiap file terbaca dengan jelas dan tidak tertukar dengan dokumen milik orang lain.

7. Pilih lokasi penerbitan

Tentukan kantor polisi penerbit sesuai keperluan dan kewenangan layanan. Perhatikan lokasi yang dipilih karena dapat berkaitan dengan proses verifikasi dan pengambilan SKCK.

8. Selesaikan pengajuan dan pembayaran

Ikuti petunjuk sistem sampai pengajuan tercatat. Lakukan pembayaran melalui kanal resmi yang ditampilkan, kemudian simpan bukti transaksi dan nomor registrasi jika tersedia.

9. Pantau status permohonan

Periksa status pengajuan melalui aplikasi atau kanal resmi yang digunakan. Jika ada dokumen yang perlu diperbaiki atau informasi tambahan yang diminta, ikuti petunjuk petugas.

Untuk memulai, pemohon dapat mengunjungi portal SKCK Online Polri atau mencari Polri Super App melalui toko aplikasi resmi. Hindari memasang aplikasi dari file APK atau tautan yang dibagikan oleh sumber tidak dikenal.

Cara Mengisi Formulir dan Mengunggah Dokumen SKCK

Pengisian formulir merupakan bagian penting dalam pengajuan SKCK online. Data yang tidak sesuai dengan dokumen identitas dapat menyebabkan proses verifikasi tertunda atau pemohon diminta melakukan perbaikan.

Berikut cara mengisi formulir dengan benar.

1. Isi identitas pribadi

Masukkan nama lengkap, NIK, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, serta informasi identitas lain sesuai kolom yang tersedia. Jangan menggunakan nama panggilan jika formulir meminta nama lengkap resmi.

2. Masukkan alamat sesuai dokumen

Isi alamat berdasarkan data yang diminta oleh sistem. Jika terdapat perbedaan antara alamat domisili dan alamat pada identitas, ikuti petunjuk formulir dan siapkan dokumen pendukung apabila diperlukan.

3. Lengkapi informasi keluarga dan pendidikan

Jika formulir meminta data keluarga, pendidikan, atau riwayat lain, isi sesuai keadaan sebenarnya. Jangan mengarang informasi hanya agar semua kolom terisi.

4. Pilih tujuan pembuatan SKCK

Tentukan keperluan sesuai kebutuhan, misalnya melamar pekerjaan atau mengikuti proses administrasi tertentu. Pilih kategori yang paling sesuai dengan pilihan pada sistem.

5. Unggah pasfoto dan dokumen pendukung

Pilih file yang benar untuk setiap kolom. Pastikan foto atau hasil pindai dokumen terlihat jelas, tidak terpotong, dan memenuhi batas ukuran yang ditentukan.

6. Periksa kembali seluruh isian

Sebelum menekan tombol kirim, periksa ejaan nama, NIK, alamat, tujuan pembuatan, serta dokumen yang diunggah. Kesalahan sederhana dapat membuat proses pemeriksaan menjadi lebih lama.

7. Simpan bukti pengajuan

Setelah formulir berhasil dikirim, simpan nomor registrasi, bukti pengajuan, atau kode yang diberikan sistem. Informasi tersebut mungkin dibutuhkan saat memeriksa status atau mengambil SKCK.

Jika aplikasi menampilkan pesan bahwa file tidak dapat diunggah, periksa format dan ukuran file. Jika data tidak cocok, bandingkan isian dengan dokumen asli dan lakukan koreksi sesuai mekanisme yang tersedia.

Cara Membayar Biaya Pembuatan SKCK Online

Biaya penerbitan SKCK merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Berdasarkan PP Nomor 76 Tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia, biaya penerbitan SKCK adalah Rp30.000.

Informasi biaya tersebut juga tercantum pada portal resmi SKCK Online Polri. <Cite refs={["turn501585search0","turn501585search8"]} />

Pembayaran dilakukan mengikuti petunjuk yang ditampilkan pada sistem pengajuan. Metode pembayaran dapat menyesuaikan kanal dan prosedur yang tersedia.

Berikut langkah yang perlu dilakukan:

  1. Selesaikan pengisian formulir dan unggah dokumen.

  2. Periksa halaman pembayaran atau instruksi pembayaran yang muncul.

  3. Pastikan nominal dan informasi pembayaran sesuai dengan pengajuan resmi.

  4. Lakukan pembayaran melalui kanal yang disediakan sistem, misalnya kode pembayaran atau metode lain yang tersedia.

  5. Simpan bukti pembayaran untuk keperluan verifikasi.

  6. Periksa status pembayaran pada aplikasi atau portal pengajuan.

Jangan mentransfer uang ke rekening pribadi yang mengaku sebagai petugas. Jika ada permintaan pembayaran di luar petunjuk resmi, periksa kembali melalui kanal bantuan Polri.

Perlu diperhatikan bahwa biaya Rp30.000 merupakan tarif penerbitan SKCK. Biaya tambahan dari layanan pembayaran atau kebutuhan pribadi lain, jika ada, harus dibedakan dari tarif resmi tersebut. Periksa rincian transaksi sebelum menyelesaikan pembayaran.

Jika pembayaran berhasil tetapi status pengajuan belum berubah, tunggu pembaruan sistem dan simpan bukti transaksi. Apabila masalah berlanjut, hubungi bantuan resmi yang tersedia pada portal SKCK Online.

Cara Memilih Lokasi Penerbitan dan Mengambil SKCK

Saat mengajukan SKCK online, pemohon perlu memilih lokasi penerbitan yang sesuai dengan tujuan penggunaan dokumen. Tingkat kantor polisi yang berwenang dapat berbeda berdasarkan keperluan, sehingga pemohon sebaiknya tidak memilih lokasi hanya karena paling dekat.

Secara umum, layanan SKCK tersedia melalui satuan kerja kepolisian sesuai kewenangannya. Untuk keperluan tertentu, seperti administrasi CPNS atau kebutuhan antarnegara, persyaratan tingkat penerbit perlu diperiksa terlebih dahulu. Informasi pada portal resmi Polri atau instansi yang meminta SKCK dapat menjadi acuan.

Cara memilih lokasi penerbitan

  1. Buka menu lokasi penerbitan pada aplikasi atau portal SKCK Online.

  2. Pilih wilayah kepolisian yang tersedia, seperti Polda atau Polres, sesuai kebutuhan dan pilihan sistem.

  3. Periksa alamat kantor serta informasi layanan.

  4. Pastikan tingkat penerbit sesuai dengan tujuan pembuatan SKCK.

  5. Konfirmasikan pilihan sebelum mengirim pengajuan.

Jangan berasumsi bahwa semua kantor polisi menerbitkan SKCK untuk setiap keperluan. Jika persyaratan lembaga tujuan menyebut tingkat penerbit tertentu, ikuti ketentuan tersebut.

Cara mengambil SKCK setelah pengajuan disetujui

Setelah pembayaran dan pemeriksaan petugas selesai, ikuti instruksi yang diberikan oleh aplikasi atau portal. Bergantung pada alur layanan yang tersedia, pemohon mungkin diminta datang ke lokasi penerbitan untuk pencetakan atau pengambilan dokumen.

Jika diminta mengambil SKCK secara langsung, siapkan:

  • Bukti pengajuan atau nomor registrasi.

  • Bukti pembayaran jika dipersyaratkan.

  • KTP asli dan dokumen pendukung yang diminta.

  • Kode atau barcode pengambilan jika diterbitkan oleh sistem.

Periksa jadwal pelayanan dan lokasi pengambilan sebelum berangkat. Jangan menganggap SKCK pasti selesai pada hari yang sama karena waktu penyelesaian dapat bergantung pada pemeriksaan dan prosedur satuan kerja.

Setelah menerima dokumen, periksa nama, NIK, tujuan, dan informasi lain yang tercantum. Jika ada kesalahan, sampaikan kepada petugas penerbit untuk mendapatkan arahan perbaikan.

Cara Mengurus Perpanjangan SKCK Secara Online

SKCK memiliki masa berlaku enam bulan sejak tanggal diterbitkan. Jika masa berlaku sudah habis dan dokumen masih dibutuhkan, pemohon dapat mengajukan perpanjangan sesuai ketentuan layanan.

Sebelum memulai, periksa apakah kanal digital yang digunakan menyediakan pilihan perpanjangan dan apakah SKCK lama masih memenuhi persyaratan untuk diperpanjang. Persyaratan dapat bergantung pada kondisi dokumen dan prosedur penerbitan.

Berikut langkah umum untuk mengurus perpanjangan SKCK secara online.

1. Siapkan SKCK lama

Simpan dokumen SKCK sebelumnya, baik dalam bentuk fisik maupun digital jika diperlukan. Periksa tanggal penerbitan dan masa berlakunya.

2. Buka kanal resmi Polri

Masuk ke Polri Super App atau portal SKCK Online melalui alamat resmi. Hindari mengisi data pada situs yang menyerupai layanan resmi tetapi memiliki alamat berbeda.

3. Login ke akun

Masuk menggunakan akun yang sudah terdaftar. Jika belum memiliki akun, ikuti proses registrasi sesuai petunjuk.

4. Pilih layanan yang sesuai

Cari menu SKCK dan periksa apakah terdapat pilihan perpanjangan. Jika sistem mengarahkan pemohon untuk mengajukan permohonan baru, ikuti instruksi resmi atau tanyakan kepada petugas untuk memastikan prosedur yang benar.

5. Isi data dan unggah dokumen

Lengkapi informasi yang diminta, termasuk data SKCK lama jika diperlukan. Unggah KTP, pasfoto, dan dokumen pendukung lain sesuai persyaratan pada sistem.

6. Pilih lokasi penerbitan

Pilih kantor polisi yang berwenang sesuai keperluan. Pastikan pilihan lokasi benar sebelum melanjutkan.

7. Bayar biaya sesuai petunjuk

Periksa nominal dan metode pembayaran yang muncul pada sistem. Simpan bukti transaksi setelah pembayaran berhasil.

8. Pantau status dan ikuti instruksi petugas

Periksa status pengajuan secara berkala. Jika diminta datang ke kantor polisi atau membawa dokumen asli, ikuti petunjuk tersebut.

Perlu diperhatikan bahwa prosedur perpanjangan tidak selalu sama dengan permohonan baru. Jika SKCK sudah lama kedaluwarsa, dokumen lama tidak tersedia, atau data pemohon berubah, tanyakan kepada layanan resmi apakah permohonan harus diproses sebagai penerbitan baru.

Penyebab Pengajuan SKCK Online Gagal dan Cara Mengatasinya

Pengajuan SKCK online dapat mengalami kendala karena masalah data, dokumen, pembayaran, atau gangguan teknis. Sebelum mengulang pengajuan dari awal, periksa pesan kesalahan yang muncul agar masalah dapat diatasi secara tepat.

1. Data diri tidak sesuai

Perbedaan nama, NIK, tanggal lahir, atau alamat dapat membuat data perlu diverifikasi kembali.

Cara mengatasi: cocokkan seluruh isian dengan dokumen resmi. Jika terdapat kesalahan pada data identitas, ikuti prosedur koreksi yang sah dan jangan mengubah data secara sembarangan.

2. Dokumen tidak terbaca

Foto dokumen yang buram, terpotong, terlalu gelap, atau tidak sesuai format dapat menyebabkan unggahan ditolak.

Cara mengatasi: ambil foto atau pindai ulang dokumen dengan pencahayaan yang baik. Pastikan seluruh bagian penting terlihat dan ukuran file sesuai ketentuan.

3. Pasfoto tidak memenuhi persyaratan

Pasfoto dengan latar belakang yang salah, wajah tidak terlihat jelas, atau format yang tidak sesuai dapat menimbulkan kendala.

Cara mengatasi: gunakan pasfoto berlatar belakang merah dan ikuti ukuran serta format yang diminta oleh sistem.

4. Email atau nomor HP tidak aktif

Nomor kontak dan email diperlukan untuk menerima pemberitahuan atau proses verifikasi tertentu.

Cara mengatasi: gunakan nomor HP dan email yang aktif. Periksa folder spam atau promosi jika notifikasi tidak ditemukan di kotak masuk.

5. Pembayaran belum terkonfirmasi

Status pembayaran mungkin tidak langsung berubah setelah transaksi dilakukan.

Cara mengatasi: simpan bukti pembayaran, periksa status transaksi, dan tunggu pembaruan sistem. Jika status tetap bermasalah, hubungi bantuan resmi dengan menyertakan informasi transaksi yang diperlukan.

6. Gangguan aplikasi atau website

Gangguan jaringan atau tingginya jumlah pengguna dapat menyebabkan layanan lambat atau tidak dapat dibuka.

Cara mengatasi: periksa koneksi internet, perbarui aplikasi melalui toko aplikasi resmi, lalu coba kembali beberapa saat kemudian. Jangan mengirim pengajuan berulang kali jika status pengajuan sebelumnya belum jelas.

7. Salah memilih lokasi penerbitan

Permohonan dapat terkendala apabila lokasi yang dipilih tidak sesuai dengan kewenangan atau keperluan pemohon.

Cara mengatasi: periksa kembali persyaratan lembaga tujuan dan pilih satuan kerja yang sesuai. Jika sudah mengirim permohonan, tanyakan kepada petugas atau bantuan resmi mengenai cara memperbaiki pilihan lokasi.

8. Status pengajuan tidak berubah

Status yang belum diperbarui tidak selalu berarti pengajuan ditolak. Proses dapat menunggu verifikasi petugas atau pembaruan sistem.

Cara mengatasi: periksa status secara berkala dan baca instruksi yang muncul. Jika kendala tidak terselesaikan, gunakan layanan bantuan yang tercantum di portal SKCK Online Polri.

Selama proses pengajuan, jangan memberikan kata sandi, PIN, atau kode OTP kepada pihak yang mengaku dapat mempercepat penerbitan SKCK. Gunakan hanya kanal resmi Polri untuk menjaga keamanan data pribadi.

FAQ Seputar Cara Mengurus SKCK Online

Berapa biaya pembuatan SKCK online?

Biaya resmi penerbitan SKCK adalah Rp30.000 sesuai PP Nomor 76 Tahun 2020. Pembayaran dilakukan melalui kanal resmi yang ditampilkan dalam proses pengajuan.

Apakah SKCK online bisa dibuat lewat HP?

Bisa. Pemohon dapat menggunakan Polri Super App atau kanal resmi SKCK Online yang tersedia melalui browser HP. Pastikan aplikasi dan situs yang digunakan benar-benar resmi.

Berapa lama masa berlaku SKCK?

SKCK berlaku selama enam bulan sejak tanggal diterbitkan. Jika masih diperlukan setelah masa berlaku habis, pemohon dapat mengajukan perpanjangan sesuai ketentuan.

Apakah setelah mendaftar online harus datang ke kantor polisi?

Hal tersebut bergantung pada alur layanan dan instruksi dari sistem atau petugas. Sebagian proses dapat dilakukan secara digital, tetapi pemohon mungkin tetap perlu datang untuk verifikasi atau pengambilan dokumen sesuai ketentuan yang berlaku.

Apakah SKCK dapat diperpanjang secara online?

Pengajuan dapat dimulai melalui kanal digital jika layanan perpanjangan tersedia. Periksa persyaratan dan petunjuk terbaru karena kondisi SKCK lama serta prosedur penerbitan dapat memengaruhi prosesnya.

Mengapa pengajuan SKCK online ditolak?

Penyebabnya dapat berupa ketidaksesuaian data, dokumen yang tidak memenuhi persyaratan, kesalahan memilih lokasi penerbitan, atau kendala verifikasi. Periksa pesan dari sistem dan ikuti petunjuk perbaikan yang diberikan.

Kesimpulan

Cara mengurus SKCK online dapat dilakukan melalui Polri Super App atau portal resmi SKCK Online. Pemohon perlu menyiapkan identitas dan dokumen digital, mengisi formulir dengan benar, memilih lokasi penerbitan sesuai keperluan, membayar biaya resmi Rp30.000, serta memantau status pengajuan.

SKCK berlaku selama enam bulan sejak tanggal diterbitkan. Jika ingin memperpanjangnya, periksa terlebih dahulu pilihan layanan dan persyaratan yang berlaku pada kanal resmi Polri. Pastikan seluruh data sesuai dokumen identitas dan jangan menggunakan jasa tidak resmi yang menjanjikan penerbitan lebih cepat.

Dengan menyiapkan dokumen sejak awal dan mengikuti petunjuk sistem, proses pengajuan dapat dilakukan dengan lebih teratur dan risiko kesalahan bisa dikurangi.